Rabu, 25 Mei 2016

Asiknya Jadi Jurnalis

Ini adalah hasil ringkasan yang saya dapat dari acara seminar di kampus..
Pada beberapa tahun lalu media belum begitu indah. Karena begitu banyak berita-berita yang ekstrim tidak lagi untuk ditayangi. Sebab dulu banyak sekali berita-berita yang terlalu sadis untuk di tonton, tidak layak dilihat, dan sangat-sangat ekstrim. Tapi sekarang setelah adanya aturan-aturan tayangan di televisi, tayang di tv sekarang lebih sopan, tidak begitu ekstrim lagi seperti dulu misalnya ada yang berdarah akibat pembacokan atau orang yang sedang merokok atau memegang rokok, saat ini gambar darah atau rokok pada berita sudah diburamkan karena dikhawatirkan tayang tersebut malah menimbulkan effek negative pada si penonton yang melihatnya. Sebetulnya tayangan seperti itu tidak patut untuk ditayangkan, tapi mau bagaimanalagi ini adalah sudah tugasnya menjadi seorang wartawan, karena wartawan bertugas untuk memberika informasi kepada publik, yang penting wartawan mengikuti prosedur apa yang sudah ditentukan seperti moral dan kode etik jurnalistik.
Apasih wartawan itu ?? wartawan adalah jembatan. Wartawan juga bisa disebut sebagai kurir, kurir yang bertugas menyampaikan informasi kepada publik. Berita tersebut tidak boleh ditambah-tambahkan apalagi dikurangi. Boleh saja dikurangi tetapi, harus dengan subtansi yang disampaikan dengan fakta. Karena seorang wartawan sangat bertanggung jawab penuh.

Siapapun bisa menjadi wartawan, juga bukan mereka yang mendapatkan indeks prestasi dengan nilai IPK tertinggi, karena menjadi jurnalis yang baik harus memiliki hasrat yang tinggi, harus siap ditempatkan dimedan apapun, kritis dan cerdas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar