Ini
adalah hasil ringkasan yang saya dapat dari acara seminar di kampus..
Pada
beberapa tahun lalu media belum begitu indah. Karena begitu banyak
berita-berita yang ekstrim tidak lagi untuk ditayangi. Sebab dulu banyak sekali
berita-berita yang terlalu sadis untuk di tonton, tidak layak dilihat, dan
sangat-sangat ekstrim. Tapi sekarang setelah adanya aturan-aturan tayangan di televisi,
tayang di tv sekarang lebih sopan, tidak begitu ekstrim lagi seperti dulu
misalnya ada yang berdarah akibat pembacokan atau orang yang sedang merokok
atau memegang rokok, saat ini gambar darah atau rokok pada berita sudah
diburamkan karena dikhawatirkan tayang tersebut malah menimbulkan effek
negative pada si penonton yang melihatnya. Sebetulnya tayangan seperti itu
tidak patut untuk ditayangkan, tapi mau bagaimanalagi ini adalah sudah tugasnya
menjadi seorang wartawan, karena wartawan bertugas untuk memberika informasi
kepada publik, yang penting wartawan mengikuti prosedur apa yang sudah ditentukan
seperti moral dan kode etik jurnalistik.
Apasih
wartawan itu ?? wartawan adalah jembatan. Wartawan juga bisa disebut sebagai
kurir, kurir yang bertugas menyampaikan informasi kepada publik. Berita
tersebut tidak boleh ditambah-tambahkan apalagi dikurangi. Boleh saja dikurangi
tetapi, harus dengan subtansi yang disampaikan dengan fakta. Karena seorang
wartawan sangat bertanggung jawab penuh.
Siapapun
bisa menjadi wartawan, juga bukan mereka yang mendapatkan indeks prestasi
dengan nilai IPK tertinggi, karena menjadi jurnalis yang baik harus memiliki
hasrat yang tinggi, harus siap ditempatkan dimedan apapun, kritis dan cerdas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar