Kamis, 11 Juni 2015

KONGLOMERASI MEDIA MASSA DI INDONESIA

Konglomerasi media sudah menjadi rahasia umum dikalangan pemirsa televisi. Media sudah menjadi lahan bisnis yang menguntungkan khususnya bagi pemilik media. Di era sekarang ini, media menempati salah satu posisi yang paling strategis dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, baik kebutuhan akan informasi, hiburan, ekonomi, edukasi,maupun kebutuhan lainya.
Tetapi dengan adanya konglomerasi media seperti ini maka informasi-informasi yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi berbeda-beda. Mulai dari berita atau informasi tentang ekonomi, partai ataupun acara-acara televisi lainnya. Dengan adanya kejadian seperti ini seharusnya KPI bertindak untuk mengaplikasikan aturan dalam undang-undang yang berlaku. Tidak hanya memihak disalah satu stasiun tv saja, distasiun-stasiun televisi lainnya.
Selain itu juga untuk mengangkat citra sang pemilik media, media juga sebagai alat propaganda. Seperti ketika dirinya (pemilik media) melakukan sebuah kesalahan maka berita tentang dirinya tersebut akan dikurangi bahkan dihilangkan. Begitu pun sebaliknya jika lawan politiknya yang melakukan sebuah kesalahan maka berita tersebut akan mendapatkan porsi yang lebih sehingga lawan politiknya akan turun citranya. Seperti yang kita lihat pada kenyataan saat ini.  Wartawan kemudian dibuat tidak profesional lagi dalam melakukan kerja jurnalistiknya, mereka dipengaruhi oleh atasannya dan dituntut menyarkan media yang positif saja tentang bosnya. Wartawan yang berposisi sebagai bawahan mau tidak mau harus mengikuti keinginan atasannya karena hal itu menyangkut hidup dan matinya. Sehingga saat ini sangat sulit kita temukan wartawan yang betul-betul idealis dan menjunjung tinggi nilai-nilai jurnalisme.

*Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Media Masa.
Nama : Alfianita Fajar Mardika
NIM : 14.70.201.138
Reguler C Ilmu Komunikasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar