Rabu, 13 April 2016

Pelajar vs Mahasiswa


Pelajar vs mahasiswa. Yaaap! Ngomongin kelakuan anak zaman sekarang khususnya pelajar yang masih sekolah menurut gua sih udah gamasuk akal lagi. Apalagi buat anak-anak yang masih dibawah umur hahaha, SMP atau SMA maksudnya. Dari mulai gadget yang hampir semua mempunyai merk yang sama, bahasa yang kadang dibolak balik hingga entah berantah #halah -_- penampilan yang terkadang didewasa-dewasain padahal gapantes, jujur aja gua sendiri yang berusaha menampilkan kekedewasaan gua itu susah banget brooo hahaha, pakaian udah didewasain, dandan biar kaya anak gede, biar keliatan lebih dewasa tapi kalau gak pake almamater tetep aja ditanya sama abang-abang jualan, “SMA kelas berapa neng?” atau “sekolah dimana neng?” Allaaaah -_- sedih gua dengernya bhaaak.... Tapi semua itu selalu gua terima dengan lapang dada, karna dengan gitu berarti muka gua gaboros, alhamdulillah :D.

Oya sebelumnya kenalin nama gua alfianita fajar mardika, perpaduan ada nama cowoknya sih tapi asli 100% gua cewe tulen. Cuma kadang kelakuan aja kaya cowo, tapiii itu duluuu. Gua kuliah disalah satu Universitas swasta di Tangerang. Terkadang gua suka susah bedain mana pelajar, mana mahasiswa. Tau ga kenapa susah bedainnya ?? yaa karna tadi yang awal udah gua ceritain. Anak sekolah lebih ngehitz dari pada mahasiswa. Anak sekolah lebih bening dibanding mahasiswa (mungkin efek banyak tugas wkwk) baju pas body entah baju dari SD – SMA males beli baju lagi atau memang badanya tambah gemuk, entahlah~ terus pakai rok span ngatung, rambut diurai, atau kalau pake kerudung rambut kemana mana orang-orang sih biasanya bilang jipon (jilbab poni), sepatu bebas ga harus item, gak paham lagi dah pokonya sama peraturan sekolah yang sekarang. Itu kelakuan yang cewenya, sedangkan kelakuan yang cowo, anak sekolah lebih seneng bawa moge (motor gede) atau mobil, (Duuuuh deeek, kitamah udah bisa dapet lahan parkir geh geus uyuhan jasaa wkwk), ngerokok tanpa takut ketauan guru, baju ga rapih, nongkrong sesuka hati. Gua rasa sih karna mereka keseringan liat sinetron dah makanya jadi ngikut-ngikut.

Kamis, 11 Juni 2015

KONGLOMERASI MEDIA MASSA DI INDONESIA

Konglomerasi media sudah menjadi rahasia umum dikalangan pemirsa televisi. Media sudah menjadi lahan bisnis yang menguntungkan khususnya bagi pemilik media. Di era sekarang ini, media menempati salah satu posisi yang paling strategis dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, baik kebutuhan akan informasi, hiburan, ekonomi, edukasi,maupun kebutuhan lainya.
Tetapi dengan adanya konglomerasi media seperti ini maka informasi-informasi yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi berbeda-beda. Mulai dari berita atau informasi tentang ekonomi, partai ataupun acara-acara televisi lainnya. Dengan adanya kejadian seperti ini seharusnya KPI bertindak untuk mengaplikasikan aturan dalam undang-undang yang berlaku. Tidak hanya memihak disalah satu stasiun tv saja, distasiun-stasiun televisi lainnya.
Selain itu juga untuk mengangkat citra sang pemilik media, media juga sebagai alat propaganda. Seperti ketika dirinya (pemilik media) melakukan sebuah kesalahan maka berita tentang dirinya tersebut akan dikurangi bahkan dihilangkan. Begitu pun sebaliknya jika lawan politiknya yang melakukan sebuah kesalahan maka berita tersebut akan mendapatkan porsi yang lebih sehingga lawan politiknya akan turun citranya. Seperti yang kita lihat pada kenyataan saat ini.  Wartawan kemudian dibuat tidak profesional lagi dalam melakukan kerja jurnalistiknya, mereka dipengaruhi oleh atasannya dan dituntut menyarkan media yang positif saja tentang bosnya. Wartawan yang berposisi sebagai bawahan mau tidak mau harus mengikuti keinginan atasannya karena hal itu menyangkut hidup dan matinya. Sehingga saat ini sangat sulit kita temukan wartawan yang betul-betul idealis dan menjunjung tinggi nilai-nilai jurnalisme.

*Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Media Masa.
Nama : Alfianita Fajar Mardika
NIM : 14.70.201.138
Reguler C Ilmu Komunikasi

Rabu, 10 Juni 2015

OH MY LIGHT


I was ever moved for you, and also heartbroken for you. I understand my own heart.I was lonely for love, and dissapointed for love. In my deep heart, I didn’t remain at all.When love so clear, you also tarnish it, so I’m moved in my deep heart.There needs no lovers vowe. There needs no anxlety. As long as I can walk with you.You’re been in my heart. You’re been all of my part. You and I are predestined to be together